6 Peserta Ikuti Babak Final Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Quran MTQ Jabar

ADVERTORIAL868 DIBACA

CIKARANG PUSAT, Baladekanews.com – Usai digelarnya Babak Penyisihan yang diikuti oleh perwakilan dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat, Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Quran (KTIQ) telah menyelesaikan babak final. Sehingga cabang KTIQ menjadi cabang pertama MTQ ke-38 Jawa Barat yang menyelesaikan perlombaan.

Pada babak ini, sebanyak 6 finalis terdiri dari 3 putra dan 3 putri mempresentasikan hasil karya tulis ilmiah terbaiknya di hadapan Dewan Hakim yang berlangsung di Aula KH. Ma’mun Nawawi Pemda Bekasi, pada Kamis (02/05/2024).

Ketua Dewan Majelis Hakim Cabang KTIQ, Prof. Agus Ahmad Syafei mengaku senang terhadap antusiasme dari 44 peserta yang telah mengikuti cabang KTIQ sepanjang perlombaan. Sehingga menjadikan sebuah representasi kearifan lokal dari setiap daerah yang ada di Jawa Barat.

Dia menambahkan, masing-masing finalis mempresentasikan hasil karya tulis ilmiah terbaiknya di hadapan para dewan hakim yang mengacu pada tema tentang transformasi digital dalam perspektif Al-Quran.

Menurutnya ini juga menjadi ajang yang menguji seberapa besar dan kuat gagasan-gagasan para finalis tentang karya tulis ilmiah yang dibuat.

“Ya, para finalis diberi waktu 10 menit untuk mempresentasikan hasil karya ilmiahnya, tidak hanya itu mereka juga melakukan sesi tanya jawab selama 20 menit. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh dewan hakim tentang hasil karya tulisnya jadi total ada 30 menit untuk masing-masing peserta,” ujarnya.

Pada babak final ini, sambungnya, terdiri dari 3 aspek penilaian dilihat dari segi kualitas presentasi, kualitas jawaban, serta kematangan emosi dari setiap peserta.

“Pada babak final, ada 3 aspek penilaian pertama kualitas paparan yaitu bagaimana mereka menyampaikan presentasinya, kedua kualitas jawaban ketika mereka merespon pertanyaan-pertanyaan dari para dewan hakim dan ketiga adalah kualitas kematangan emosi,” tuturnya.

“Hasil dari babak final ini akan kita serahkan ke panitia Pemprov Jabar, mungkin setelah itu akan diumumkan di hari terakhir bersama dengan cabang yang lainnya,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan cabang KTIQ ini, dirinya berharap menulis tidak hanya sekedar menjadi ajang kompetisi saja. Melainkan menjadikan sebagai kebiasaan yang harus tetap dilestarikan, agar literasi menulis dapat terus membumi dan lestari secara berkesinambungan. (diskominfosantik)

News Feed