Pemkab Bekasi Target Turunkan Stunting Diangka 14 Persen

HEALTH, NEWS1,812 DIBACA

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mengapresiasi jajaran Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) Apindo Kabupaten Bekasi yang ikut berkontribusi memberikan bantuan mengikis angka stunting di Kabupaten Bekasi. Hal ini sangat membantu Pemkab Bekasi yang tengah berupaya mempercepat penurunan angka stunting sesuai program nasional tahun 2023.

“Kalau target nasional tahun depan 2024, tapi Kabupaten Bekasi ingin lebih awal, akhir tahun 2023 ini kalau bisa sudah mencapai 14 persen, sehingga tahun ke depannya bisa terus menurun ya,” ungkap Dani Ramdan usai penyerahan bansos DPK Apindo Kabupaten Bekasi dalam rangka penanggulangan stunting berupa telur dan vitamin di Kecamatan Cikarang Utara pada Kamis (02/11/2023).

Pemerintah Kabupaten Bekasi sejauh ini sudah bisa menekan angka stunting, karena berdasarkan data, tahun 2021 ada di angka 21,5 persen. Kemudian di tahun 2022 sudah turun ke angka 17,8 persen. Sementara di tahun 2023 ini, tambah Dani, dia menargetkan mencapai angka 14 persen.

“Kalau prediksi ini kan tahun 2023 belum selesai nih, ya di angka 14 persen, umpama lebih, ya lebih sedikit, tapi angka pastinya ini kan masih ada November dan Desember, angka pastinya akan kita data di Januari 2024,” tuturnya.

Dani mengemukakan, perlunya peran dunia usaha ikut serta mengentaskan stunting karena akan berdampak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekerja di perusahaan. Apabila generasi mendatang bebas stunting maka pekerja akan semakin produktif.

“Mengapa perlu, karena ke depan kita perlu generasi yang unggul, generasi yang unggul bisa menjadikan daya beli tinggi. Nah kalau daya tinggi beli tinggi kan bisnis maju, tapi kalau perusahaan tidak membantu, nanti generasi selanjutnya kita lemah, miskin, ekonomi tidak bisa tumbuh cepat ya,” terangnya.

Dani mengharapkan peran swasta juga terus ikut membantu dalam mempercepat penurunan stunting. Sampai saat ini dia akan bersedia hadir apabila diundang dalam agenda-agenda perusahaan untuk mengkomunikasikan program penurunan stunting.

“Saya yakin mereka juga punya pengetahuan itu, tinggal diajak dan dikoordinir. Makanya yang paling tepat sebenarnya Apindo,” pungkasnya.

Sementara itu Camat Cikarang Utara, Enop Can menambahkan mewakili masyarakatnya, dia menyampaikan apresiasinya, sekaligus mengharapkan apa yang telah diberikan dalam penurunan stunting di Kecamatan Cikarang Utara ini bisa memaksimalkan angka penurunan stunting.

“Untuk penyalurannya tadi kan hanya simbolis ya, untuk menyerahkan langsung nanti melalui desa, Puskesmas,” katanya.

Enop Can mengimbau agar masyarakat di Cikarang Utara ikut berkontribusi dalam program ini, terutama bagi mereka yang akan melangsungkan pernikahan agar melakukan pemeriksaan ke Puskesmas. Selain itu ada pembinaan yang juga dilakukan oleh Kantor Urusan Agama di wilayahnya.

“Sasarannya adalah dalam waktu dekat bisa menyukseskan program penurunan stunting. Mereka yang akan menikah itu kan harus diperiksa dulu kesehatannya, yang menjadi salah satu upaya kita untuk pencegahan stunting, itu yang kita lakukan,” tutupnya.

News Feed